Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamualaikum wr.wb. kepada ayah, bunda, tante, oom, nenek, kakek, kakak dan adik yang dimuliakan Allah S.W.T. Terimakasih sudah berkenan mampir disini... :-)
Perkenalkan, Dyah nama saya, alhamdulillah sudah bergabung menjadi salah satu Book Advisor di PT Mizan Dian Semesta (MDS) Jakarta. MDS adalah salah satu anak perusahaan Grup MIZAN yang bergerak di penjualan langsung (direct selling) buku-buku eksklusif. Dengan program LIFE LONG LEARNING, MDS siap membantu setiap keluarga muslim untuk menciptakan budaya belajar di rumah dan mengembangkan IQ, EQ dan SQ.

Melalui media blog ini, ingin sekali saya mengajak Anda untuk memberikan buku-buku yang terbaik bagi keluarga. Saya yakin sudah banyak yang sepaham dengan kami dan menyadari bahwa buku adalah sumber ilmu, aset untuk modal menapaki kehidupan.

Apa yang istimewa pada buku-buku yang kami tawarkan disini ?

Sebelum menjelaskan lebih lanjut mengenai program yang akan kami tawarkan, kami ingin berbagi data-data berikut ini kepada Anda semua.

- Hasil penelitian PERC 2001: Kualitas pendidikan Indonesia ada di urutan 12 dari 12 negara di Asia yang diteliti.
- Hasil penelitian IEA 2000: Kemampuan membaca siswa SD, Indonesia ada di urutan 38 dari 39 negara yang diteliti (terendah diantara negara-negara ASEAN).
- Hasil penelitian UNDP 2004: Index pembangunan manusia, Indonesia ada diurutan 111 dari negara-negara yang ada di dunia ini. Jauh di bawah Malaysia yang diurutan 58, Thailand (76), bahkan Filipina (83).

Ayah, bunda.. pasti kita semua ingin perubahan. Kita tidak ingin di masa mendatang data-data tersebut masih dipegang negara kita. Kita harus memperbaiki keadaan tersebut. Ini berarti anak-anak kita sebagai generasi penerus harus kita didik sebaik mungkin baik dari segi intelektual maupun moral dan tentunya spiritual.

"Hendaklah mereka takut kepada Allah
jika meninggalkan generasi yang lemah di belakang mereka,..." (QS. An Nisa : 9 )

"Jika amanah itu disia-siakan, tunggulah saat kehancuran". (HR Bukhori)
"Didiklah anakmu dan baguskanlah akhlaqnya". (HR Ibnu Majah)

Apa yang sudah kita lakukan untuk anak-anak kita?
Cukupkah pendidikan di sekolah menjadi solusi?
Padahal sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah.

Sejak lahir hingga usia 18 tahun, anak menghabiskan rata-rata 14% dari waktu hidupnya di sekolah dan 86% di rumah, dan sekolah saja tidak cukup.

Kalau begitu, apa kegiatan anak-anak kita di rumah?
Bermain playstation, menonton TV, membaca buku?

Hasil penelitian NIELSEN, rata-rata anak lulusan SMP telah menghabiskan waktu 15.000 jam untuk menonton TV. Bandingkan dengan waktu yang dihabiskan di kelas yang hanya 11.000 jam.

Padahal menurut para ahli:

- Sumber cahaya yang berpendar dari TV meletakkan belahan otak kiri dan kanan ke dalam kondisi "slow wave of inactivity" yang merusak keseimbangan dan interaksi antara belahan otak kiri dan kanan.

- Hasil besaran fisik yang dipancarkan media audio visual elektronik (medan magnet dan elektrik) masih jauh di bawah ambang yang diijinkan WHO.

- Intensitas kebisingan televisi berpengaruh buruk terhadap memori jangka pendek, kemampuan membaca dan konsentrasi.

- Gambar-gambar TV berubah cepat sehingga otak tidak sempat memproses image secara baik.

- Menonton TV lebih dari 4 jam sehari menghambat perkembangan keterampilan psikomotorik, bahasa dan sosial anak (The American Academy of Pedriatics)

- Survei Depkominfo menunjukkan program acara pendidikan di televisi hanya menempati 0,07 persen, sinetron 30,74 persen, iklan 34,74 persen, berita 15,68 persen dan film serta hiburan 16,61 persen.

- Sejumlah riset merekomendasikan agar anak-anak di bawah usia dua tahun tidak menonton televisi sama sekali dan agar anak-anak yang lebih tua menonton televisi tidak lebih dari dua jam sehari (The American Academy of Pedriatics)

Bandingkan dengan berbagai keistimewaan membaca:

- Membaca membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi.- Berbeda dengan menonton yang cenderung pasif, membaca mengaktivasi kemampuan berpikir dan menganalisis.

- Membaca menstimulasi rasa ingin tahu (kuriositas).

- Membaca memberi peluang lebih luas untuk menstimulasi imajinasi.

- Membaca memberi rangsangan paling kompleks bagi otak.

Ada delapan aspek yang bekerja pada saat kita membaca, begitu kata Paul C Burns, Betty D Roe dan Elinor P Ross dalam bukunya "Teaching reading in today's elementary schools". Kedelapan aspek tersebut meliputi: sensori, persepsi, sekuensial, pengalaman, berpikir, belajar, asosiasi dan afeksi. Semua bekerja berbarengan saat kita membaca.

"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan,..." (QS Al 'Alaq: 1)

Sebagai pelengkap pendidikan di sekolah, rumah pun harus kita desain sebagai pusat belajar. Salah satu caranya yaitu memberikan bahan-bahan bacaan yang baik dan membatasi menonton TV. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi solusi untuk menciptakan generasi mendatang yang lebih baik.

Ayah, bunda.. jangan pernah berpikir bahwa terlalu banyak membaca akan membuat anak menjadi overload. Atau takut otaknya "kepenuhan". Perhatikan fakta tentang otak berikut ini:

Tahukah Anda tentang kapasitas otak manusia?


- 100 milyar neuron

- 1.000.000.000.000 sel glial

- 1.000 trilyun titik sambungan sinaptik

- 280 kuintiliun memori

- sebanding dengan 500 ensiklopedia



Namun rata-rata baru dipakai kurang dari 1% dari potensi dan kapasitas otak.Dari 100 milyar neuron atau sel syaraf aktif, masing-masing neuron itu memiliki hingga 20.000 koneksi. Sambungan sel saraf aktif akan mati jika tidak dirangsang. Sebaliknya, semakin banyak dirangsang, sambungan sel saraf aktif akan terus berkembang.

MODEL OTAK YANG TIDAK DIRANGSANG,
DENGAN SEDIKIT KONEKSI YANG BERINTERAKSI

OTAK YANG KAYA AKAN KONEKSI, BERKAT RANGSANGAN AKTIVITAS

Ayah, bunda.. kegiatan membaca mempunyai manfaat yang luar biasa, maka bahan bacaan apa yang kita berikan tidak kalah pentingnya, dan sayangnya tidak setiap buku yang kelihatannya bagus, benar-benar bermanfaat bagi anak. Ibarat makanan, kandungan gizi buku sangat mempengaruhi cara berpikir, bersikap dan bertindak seorang anak. Tentunya hal ini harus benar-benar diperhatikan mengingat usia-usia mereka merupakan masa paling strategis untuk membangun fondasi kepribadian, paradigma berpikir, bersikap dan bertindak.

Ayah, bunda.. kami dari MDS menghadirkan produk-produk bermutu dalam konsep "MUSLIM FAMILY LIFE LONG LEARNING PROGRAM". Konsep ini akan membantu keluarga muslim untuk menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan belajar dengan menyediakan buku-buku bermutu sebagai sarana pembelajaran yang maksimal dan terpadu (mulai dari 0 tahun hingga dewasa).

"Utlubul Ilma minal mahdi ilal lahdi"
tuntutlah ilmu sejak dalam buaian hingga liang lahad


MDS mengemban visi dan misi untuk ikut mengembangkan potensi manusia secara terpadu, yaitu pengembangan IQ, EQ dan SQ yang diimplementasikan dalam content, performance dan pengayaan elemen produk. Sekali lagi, produk-produknya tidak ada di toko-toko buku, namun hanya bisa didapatkan melalui book advisor.

Pada prinsipnya keunggulan produk-produk anak muslim MDS adalah sebagai berikut:

1. Menanamkan pemahaman-pemahaman dasar yang sangat penting
(kemandirian, nilai-nilai spiritual, EQ dan SQ) pada anak sejak balita.
2. Merangsang anak untuk menyukai buku dan ilmu pengetahuan.
3. Disajikan dalam kerangka tauhid (menggabungkan pengetahuan dan agama)
4. Memaksimalkan seluruh potensi kecerdasan (IQ, SQ dan EQ)

Ayah, bunda.. beberapa contoh produk kami dapat dilihat di bawah ini.
Silahkan klik pada judul buku untuk melihat info lebih lengkap


I LOVE MY AL-QURAN

ENSIKLOPEDI BOCAH MUSLIM

HALLO BALITA

NABIKU IDOLAKU

Ayah, bunda.. jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk menghubungi saya melalui e-mail di dyah.el@gmail.com atau YM di dyah0lestari

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Dyah Lestari
Book Advisor MDS Jakarta